Pelatihan Mitigasi Tangkapan Sampingan (Bycatch) Dorong Praktik Perikanan Bertanggung Jawab di Pesisir Demak.

Pelatihan Mitigasi Tangkapan Sampingan (Bycatch) Dorong Praktik Perikanan Bertanggung Jawab di Pesisir Demak.

Demak, 13 Februari 2026 — Upaya mendorong praktik perikanan yang lebih bertanggung jawab dan berkelanjutan terus diperkuat melalui pelaksanaan Pelatihan Mitigasi Tangkapan Sampingan (Bycatch) bagi Nelayan yang diselenggarakan di Hotel Amantis, Demak, pada 13 Februari 2026. Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 45 nelayan yang berasal dari wilayah pesisir Kabupaten DemakPelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kapasitas nelayan dalam menangani hasil tangkapan sampingan (bycatch), khususnya apabila secara tidak sengaja tertangkap biota laut yang dilindungi, seperti penyu, pari, dan biota laut lainnya. Penanganan bycatch yang tepat menjadi salah satu langkah penting dalam mendukung pengelolaan perikanan yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan. Kegiatan bycatch merupakan bagian dari implementasi program “Empowering Coastal Shrimp Fisheries : A Scalable Model for Sustainable Livelihoods and Habitat Restoration in Demak, Indonesia” yang dijalankan oleh Tim TAKA dengan fasilitasi dari COAST Facility Indonesia.

Dalam kegiatan ini, peserta mendapatkan materi dan pendampingan dari tim WWF Indonesia, yang berbagi pengetahuan serta pengalaman lapangan terkait penanganan bycatch. Materi yang disampaikan mencakup pengenalan jenis-jenis biota yang dilindungi, risiko penangkapan tidak sengaja, hingga prosedur penanganan dan pelepasan biota secara aman untuk meminimalkan cedera dan meningkatkan peluang hidup satwa tersebut setelah dilepasliarkan kembali.

Kegiatan diawali dengan pre-test untuk mengukur tingkat pemahaman awal peserta mengenai bycatch dan biota laut dilindungi. Pelaksanaan pre-tes dibantu oleh tim TAKA dalam pendekatan GEDSI (Gender Equality, Disability, and Social Inclusion) Selanjutnya, para nelayan mengikuti sesi materi yang membahas langkah-langkah yang perlu dilakukan ketika secara tidak sengaja menangkap biota yang bukan menjadi target tangkapan.

Tidak hanya bersifat teoritis, pelatihan ini juga dilengkapi dengan simulasi dan praktik langsung. Dalam sesi ini, para peserta diperlihatkan contoh penanganan yang tepat terhadap biota tangkapan sampingan agar dapat dilepaskan kembali ke laut dengan aman. Beberapa nelayan juga diberi kesempatan untuk mempraktikkan langsung teknik penanganan dan pelepasan tersebut sebagai bagian dari penguatan kapasitas teknis di lapangan.

Suasana pelatihan berlangsung interaktif dan partisipatif. Para nelayan aktif mengajukan pertanyaan serta berbagi pengalaman mereka selama melaut, terutama ketika menghadapi situasi tertangkapnya biota yang bukan menjadi target penangkapan. Diskusi ini menjadi ruang penting untuk menghubungkan pengetahuan teknis dengan realitas yang dihadapi nelayan sehari-hari di laut.

Sebagai bagian dari evaluasi pembelajaran, kegiatan ditutup dengan post-test untuk melihat peningkatan pemahaman peserta setelah mengikuti seluruh rangkaian pelatihan. Hasil dari proses ini diharapkan dapat menjadi dasar untuk memperkuat upaya edukasi dan pendampingan nelayan di masa mendatang.

Melalui kegiatan ini, diharapkan nelayan pesisir Demak dapat semakin memahami pentingnya penanganan bycatch yang tepat serta mampu menerapkan pengetahuan tersebut dalam praktik penangkapan sehari-hari. Dengan demikian, upaya perlindungan terhadap biota laut yang dilindungi dapat berjalan seiring dengan penguatan praktik perikanan yang lebih bertanggung jawab, adaptif, dan berkelanjutan di wilayah pesisir Kabupaten Demak.

%d blogger menyukai ini: