Mutualisme Laut dan Manusia: Harmoni atau Eksploitasi?

Mutualisme Laut dan Manusia: Harmoni atau Eksploitasi?
Gambar 1. Nelayan Baranusa, Pulau Pantar, Alor (Yayasan TAKA/Arrico)

Ingat dengan lagu yang mengajarkan kita bahwa nenek moyang bangsa ini adalah seorang pelaut? Lagu itu adalah pengingat bahwa sejak ribuan tahun lalu, laut telah menjadi teman akrab sekaligus sumber kehidupan bagi manusia, terutama yang tinggal di sekitarnya. Namun, ironisnya, di masa kini banyak manusia yang seolah lupa pada lagu itu dan melukai teman yang menghidupinya. Hubungan yang seharusnya tak terpisahkan itu kini dihadapkan pada sebuah pertanyaan fundamental: apakah laut yang membutuhkan kita, atau justru kita yang sangat membutuhkan laut?