Bintang Laut: Peran Media Sosial dalam Penyebaran Informasi Mengenai Konservasi Laut

Media sosial adalah suatu interaksi sosial antar individu dengan individu lain dalam berbagi dan bertukar informasi. Media sosial dapat mencakup berbagai ide, pendapat, gagasan dan konten dalam komunitas virtual. Tentu kehadiran teknologi media sosial saat ini jauh berbeda dengan media tradisional.

Perkembangan penggunaan media sosial di Indonesia sangat pesat. Menurut laporan terbaru tahun 2021, sebanyak 170 juta jiwa dari 274,9 juta jiwa aktif dalam menggunakan media sosialnya. Artinya, jumlah pengguna media sosial di Indonesia setara dengan 61,8 persen dari total populasi pada Januari 2021. Angka ini juga meningkat 10 juta, atau sekitar 6,3 persen dibandingkan tahun lalu. waktu yang dihabiskan orang Indonesia untuk mengakses internet per hari rata-rata yaitu 8 jam 52 menit. Lalu dengan perkembangan yang pesat, bagaimana peran media sosial mengenai penyebaran informasi konservasi laut?

Lumba-Lumba sebagai filosofi Echolocation.id

#BinTangLaut episode 8 menghadirkan Echolocation.id sebagai salah satu narasumber dimana Echolocation.id merupakan suatu platform yang memanfaatkan media sosial untuk penyebaran informasi mengenai konservasi laut. Echolocation sendiri merupakan suatu istilah dalam dunia kelautan yang artinya sistem navigasi. Sistem navigasi ini dimiliki oleh beberapa spesies hewan seperti lumba-lumba, dimana lumba-lumba akan mengeluarkan gelombang frekuensi tinggi ke media air sekitarnya. Gelombang tersebut akan diterima kembali apabila mengenai suatu objek. Mekanisme inilah yang menjadi filosofi dari Echolocation.id untuk berusaha menghadirkan platform yang meresonansikan hal-hal yang ada di laut kepada seluruh masyarakat dan harapannya dapat kembali ke laut dalam bentuk aksi nyata untuk pembangunan kemaritiman yang berkelanjutan.

Dari banyaknya media sosial yang ada, Echolocation.id sejauh ini memanfaatkan 3 media yaitu melalui instagram, podcast dan medium/website. Media tersebut diambil sesuai dengan ketertarikan audiens dalam bermain media sosial. Instagram ditujukan kepada audiens yang suka dengan bacaan ringan ditambah infografis yang menarik dan bermanfaat. Website ditujukan untuk pembaca yang ingin membaca artikel dan data yang lebih lengkap. Sementara podcast sendiri ditujukan bagi audiens yang memilih mendapatkan informasi melalui audio.

Tentu sekarang ini sudah ada banyak sekali platform yang serupa seperti Echolocation.id dalam menyebarkan informasi yang bermanfaat. Oleh karena itu Echolocation.id menerapkan suatu strategi unik yakni memberikan sedikit “bumbu” komedia pada setiap postingannya agar pembaca lebih tertarik dan penasaran mengenai konten yang dibagikan.

Dari semua itu, Echolocation.id berharap dapat terus menyampaikan informasi mengenai laut ke masyarakat secara luas sehingga masyarakat dapat tergerak untuk memberikan aksi nyata untuk kemajuan maritim yang berkelanjutan.

Mau tahu bahasan lebih lanjutnya? Kunjungi Instagram @yayasantaka atau klik disini


Alfian Fuentes