Pelatihan ‘Better Management Practices’ di Pemalang

Jumat, 26 Februari 2016 lalu, TAKA berkolaborasi dengan WWF-Indonesia mengadakan pelatihan “Better Management Practices” kepiting bakau di desa Mojo, Kecamatan Ulujami, Kabupaten Pemalang. Better Management Practices atau yang lebih sering didengar dengan istilah BMP merupakan panduan praktis dalam menjalankan praktik-praktik pengelolaan (penangkapan/budidaya) perikanan yang berkelanjutan.

Peserta kegiatan pelatihan antara lain berasal dari Kelompok Nelayan Penangkap Kepiting Bakau desa Mojo binaan TAKA yaitu “Kepiting Lestari”, Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pemalang serta penyuluh kepiting bakau di Pemalang.

Kegiatan Pelatihan BMP dibuka oleh Pak Tolani selaku pembina kelompok nelayan “Kepiting Lestari” kemudian Pak Suparjo dari DKP Pemalang memberikan sambutan dalam acara ini. Dalam sambutannya pak Suparjo memberikan sedikit informasi mengenai pentingnya kegiatan pencatatan logbook pendaratan kepiting bakau sebagai landasan data informasi untuk kepentingan pengelolaan kepiting bakau nantinya.

Masuk ke acara inti yaitu pelatihan, dibagi dalam beberapa sesi, antara lain :

Pre-test

Beberapa pertanyaan terkait pengelolaan perikanan kepiting bakau yang berkelanjutan diberikan kepada nelayan terlebih dahulu, tujuannya untuk mengetahui sampai mana pengetahuan dan wawasan nelayan mengenai pengelolaan kepiting bakau sebelum pelatihan dilakukan. Pertanyaan-pertanyaan tersebut tercantum dalam kertas dan dibagikan kepada nelayan. Beberapa nelayan yang terkendala kemampuan membaca dan menulisnya dibantu oleh TAKA dan juga teman nelayan lainnya dalam menterjemahkan pertanyaan yang terdapat pada lembar pre-test.

Pelatihan BMP

Pada sesi ini dijelaskan mengenai deskripsi kepiting bakau secara identifikasi (Scylla sp), pentingnya pengelolaan kepiting bakau melalui pembentukan dan penguatan kelompok, alat tangkap yang digunakan, persiapan – penangkapan – penanganan kepiting bakau, perijinan kapal, hingga pengemasan dan pengiriman kepiting bakau. Pengenalan logbook juga tidak lupa diberikan kepada nelayan, pencatatan hendaknya dilakukan oleh salah seorang anggota dikarenakan akses dan informasi yang mudah didapatkan dalam kelompok.

Pengukuran Kepiting Bakau

Pengenalan dan praktik pengukuran juga dilakukan kepada nelayan. Pengukuran dilakukan pada lebar karapas kepiting bakau, di mulai dari ujung sebelah kepiting sampai ke ujung kanan kepiting tanpa mengenai kaki kepiting tersebut. Kemudian setelah dilakukan pengukuran, nelayan juga diajarkan acar memasukan data hasil pengukuran karapas ke dalam logbook biologi kepiting bakau.

Post-test

Pertanyaan sama pada saat pre-test diberikan kepada nelayan untuk mengetahui pengetahuan setelah diberikan pelatihan BMP sebagai perbandingan antara sebelum dan sesudah pelatihan dilakukan.

Di akhir acara pelatihan TAKA bersama beberapa pengurus kelompok “Kepiting Lestari” memimpin diskusi dalam upaya pelegalan kelompok serta sinergisitas antara kelompok dengan DKP Pemalang dalam aktivitas pencatatan pendaratan kepiting bakau. Payung hukum sangat diperlukan oleh kelompok dalam upaya meningkatkan posisi tawar kelompok nelayan ke pemerintah dan juga ke pengusaha perikanan di Indonesia.