Siapa pun Dapat Menjadi Peneliti Dengan Citizen Science

Pernahkah kamu pergi ke suatu tempat bernuansa alam dan mengambil gambar/foto suatu objek seperti bunga? Atau pernahkah kamu melihat suatu satwa yang unik dan mengabadikannya? Jika kamu pernah melakukan hal serupa, dapat dikatakan bahwa kamu adalah seorang citizen scientist.

Citizen scientist adalah sebutan untuk seseorang yang melakukan citizen science. Lantas, apa itu citizen science?

Citizen science dapat diartikan sebagai peran publik dalam melakukan pendataan sebuah penelitian yang berbasis ilmiah. Masyarakat umum dapat berkolaborasi dengan peneliti profesional dalam mengumpulkan hingga menganalisis data yang nantinya akan berguna untuk menambah pemahaman dalam pengelolaan sumber daya yang ada. Selain itu berdasarkan Lewestein (2004), istilah “citizen science” juga merujuk kepada komunitas atau kelompok konservasi yang secara aktif mengikuti kegiatan di bidang teknologi dan ilmiah. Istilah ini masuk kedalam Oxford English Dictionary (OED) pada Bulan Juni 2014.

            Di Indonesia sendiri, salah satu bentuk citizen science digunakan untuk mendapatkan data konservasi suatu spesies tertentu. Wilayah Indonesia yang luas menyebabkan adanya keterbatasan akses. Hal ini membuat banyak wilayah yang belum tersentuh oleh para peneliti. Program citizen science pun dicanangkan untuk memetakan keragaman spesies-spesies di darat maupun di laut. Program citizen science ini telah terbukti dalam membantu mendapatkan data biologi spesies target dan juga meningkatkan pengetahuan, keterampilan serta partisipasi masyarakat. Terlebih di era digital ini semua dapat dilakukan dan dapat diakses dengan mudah dan model citizen science pun dapat menjadi tombak utama dalam penelitian ini.

Program-program yang dilakukan dengan pendekatan citizen science di Indonesia pun cukup beragam. Seperti pemantauan jenis-jenis burung prioritas nasional seperti Elang Jawa di TN Gunung Merapi. Adapun beberapa komunitas citizen science di Indonesia diantaranya yaitu AWC (Asian Waterbird Census) dan MoBuPi (Monitoring Burung Pantai). Selain itu juga ada beberapa project citizen science yang bertujuan untuk konservasi laut, seperti Reef Life Survey dan Elasmobranch Project Indonesia.

Reef Life Survey

Dalam bidang pemantauan terumbu karang terdapat pula program citizen science bernama RLS (Reef Life Survey). RLS merupakan project citizen science nonprofit yang melakukan survei visual bawah air untuk mendata keanekaragaman hayati ekosistem terumbu karang di seluruh dunia. Hal ini telah banyak dilakukan oleh para penyelam serta akademisi dari seluruh dunia termasuk Indonesia. Siapa pun dapat mengakses data spesies karang, ikan, dan juga invertebrate laut di website (RLS) Reef Life Survey.

Website Reef Life Survey (RLS) dimana publik dapat mencari spesies laut tertentu berdasarkan database yang dikumpulkan oleh citizen scientist di seluruh dunia

Elasmobranch Project Indonesia

EPI (Elasmobranch Project Indonesia) menggunakan pendekatan citizen science untuk memetakan keanekaragaman dan distribusi elasmobranchii di Indonesia. Siapa pun dapat melakukan laporan pertemuan dengan elasmobranchii (hiu, pari, dan hiu tikus). Seluruh datanya pun dapat diakses oleh publik langsung di website Elasmobranch Project Indonesia.

EPI (Elasmobranch Project Indonesia) menggunakan pendekatan citizen science untuk memetakan keanekaragaman dan distribusi elasmobranchii di Indonesia. Siapa pun dapat melakukan laporan pertemuan dengan elasmobranchii (hiu, pari, dan hiu tikus). Seluruh datanya pun dapat diakses oleh publik langsung di website Elasmobranch Project Indonesia.

Tidak hanya untuk konservasi spesies, terdapat beragam project citizen science lainnya yang menarik untuk ikut terlibat. Salah satunya adalah program Globe at Night. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran publik tentang dampak polusi cahaya dengan mengundang masyarakat (citizen scientist) seluruh dunia untuk mengukur kecerahan langit malam mereka dan mengirimkan pengamatan mereka dari komputer atau ponsel. Temukan lebih banyak project citizen science disini.

            Banyak hal sederhana yang dapat kalian lakukan untuk menjadi seorang citizen science yang dapat dimulai dengan mengabadikan hasil foto observasi. Hasil foto yang kalian abadikan pun dapat kalian upload di aplikasi iNaturalist atau website iNaturalist.org untuk dijadikan sebagai database global dan mendukung konservasi lingkungan di Indonesia.

Wah! Ternyata semua orang dapat ikut terlibat dalam kegiatan penelitian. Dengan pendekatan ini pun masyarakat atau publik menjadi lebih sadar akan kondisi lingkungan. Dengan adanya citizen science, masyarakat dapat mengambil peran lebih dalam penelitian maupun usaha konservasi lingkungan.

Jadi, apakah kamu tertarik untuk berpartisipasi dalam citizen science?

Maria Maylissa Bunga Perwitasari


Sumber :
Lewenstein, B.V. 2004. What Does Citizen Science Accomplish?. Cornell University.

Yuda, I. P. Kesenjangan Informasi Bio-ekologi Jenis Burung Prioritas Nasional dan Potensi Pendekatan Citizen Science di Indonesia1.

Konservasi di Era Digital: Citizen Science Untuk Konservasi Burung di Indonesia (goodnewsfromindonesia.id)

About RLS – Reef Life Survey