kelasTAKA: Pemutaran dan Diskusi Film Pulau Plastik

#kelasTAKA adalah sebuah forum diskusi yang diselenggarakan oleh Yayasan TAKA untuk membahas berbagai hal terkait konservasi dan green lifestyle di Kota Semarang. Forum ini terbuka untuk umum dengan tujuan edukasi dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya sadar lingkungan.

Pemutaran Film Pulau Plastik

Pada hari Kamis (19/09), kelasTAKA kembali diadakan di Kota Semarang. Kalau sebelumnya kelasTAKA mengangkat tema Manajemen KKP (Kawasan Konservasi Perairan), kali ini tema yang diangkat adalah isu plastik. Tema ini diangkat karena isu plastik telah menjadi isu besar tidak hanya di Indonesia, namun seluruh dunia. Kegiatan kelasTAKA yang dilaksanakan di Studio Mini, Pusat Informasi Publik (PIP) Balaikota Semarang ini bekerja sama dengan Film Pulau Plastik untuk menggelar pemutaran dan diskusi Film Pulau Plastik.

Pulau Plastik merupakan film dokumenter yang digarap oleh Kopernik Akarumput dan Visinema Pictures. Pada film pendek ini, Robi dari Band ‘Navicula’ (band asal pulau dewata) menelusuri isu penanganan sampah di Pulau Bali. Dimulai dari pembahasan mikroplastik, pengolahan sampah, hingga peran pemerintah. Film Pulau Plastik mempromosikan perubahan gaya hidup dan juga dukungan kepada peraturan pemerintah tentang plastik sekali pakai.

“Saat kita kira buang [sampah] hanyut ke laut itu hilang, ternyata tidak. [Sampah itu] masuk ke tubuh ikan dan akan balik lagi ke kita. Itu namanya karmaphala di Bali”

Robi Navicula (Film Pulau Plastik)

Selain pemutaran film, kelasTAKA kali ini mengundang Dr. Rudhi Pribadi, dosen Departemen Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro yang sekaligus merupakan perwakilan PEMSEA Semarang. Dr. Rudhi memimpin diskusi yang secara aktif diikuti oleh seluruh peserta. Tidak hanya membahas tentang Film Pulau Plastik, namun juga tentang kondisi isu sampah di Kota Semarang dan daerah-daerah lainnya.

Diskusi dengan Peserta yang dipimpin oleh Dr. Rudhi Pribadi (kanan)

“Ternyata mengajak orang-orang di sekitar kita untuk sadar tentang isu ini cukup sulit,” kata salah satu peserta saat bercerita tentang pengalamannya mencoba melakukan pemilahan dan pengolahan sampah skala rumah tangga.

Sampah, khususnya sampah plastik, merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari manusia. Tanpa upaya pengelolaan yang baik, sampah akan menjadi masalah yang besar khususnya untuk kesehatan. Upaya pengelolaan ini harus dilakukan oleh seluruh bagian masyarakat dan tentunya oleh pemerintah. Di Kota Semarang sendiri, Bapak Walikota sudah mengeluarkan perwal tentang hal ini loh!

Ini saatnya untuk masyarakat mulai ikut aktif dalam menangani isu sampah. Dengan aksi-aksi kecil jika dilakukan oleh banyak orang, tentunya akan berbuah dampak yang besar

Maula Nadia

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *