Berau, (15/12/2021). Yayasan WWF Indonesia bersama dengan Yayasan TAKA dan pemerintah setempat telah menyelenggarakan Pelatihan Penanganan dan Mitigasi Tangkapan Sampingan (Bycatch) Penyu dan Hiu pada tanggal 15 Desember 2021 di Aula Kampung Biduk-biduk, Kec. Biduk-biduk, Kabupaten Berau. Kegiatan ini merupakan salah satu dari dua kegiatan pelatihan yang diadakan di Kawasan Konservasi Perairan dan Pulau-Pulau Kecil (KKP3K) Kepulauan Derawan dan Perairan Sekitarnya (KDPS). Sebelumnya kegiatan pelatihan dilaksanakan di SMKN 3 Berau, Kampung Tanjung Batu, Kec. Pulau Derawan, Kabupaten Berau pada tanggal 13 Desember 2021.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas nelayan dalam memitigasi tangkapan sampingan (bycatch), khususnya hiu dan penyu. Sehingga nelayan bisa mengetahui bagaimana langkah-langkah dalam menangani hiu dan penyu apabila tidak secara tertangkap pada alat tangkap nelayan.

Narasumber pada kegiatan pelatihan ini yaitu Bapak Rahmat dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Timur, Bapak Budy Harianto dari Dinas Perikanan Berau, Ibu Hetty Priyanti Efendi dari Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) Pontianak dan Chaeraul Ahadi dari Yayasan WWF Indonesia. Pada pelatihan pertama di Kampung Tanjung Batu dihadiri oleh 19 peserta dari kelompok nelayan Panulayan Kampung Tanjung Batu. Sementara itu pelatihan di Kampung Biduk-biduk dihadiri oleh 23 peserta yang berasal kelompok nelayan Cahaya laut dari Kampung Biduk-biduk, kelompok nelayan dari Mutiara Laut dari Kampung Biduk-biduk, kelompok nelayan Mutiara Laut 1 dari Kampung Teluk Sulaiman dan terakhir dari kelompok nelayan Lestari 03 dari Kampung Talisayan.

Bapak Budy dari Diskan Berau menyampaikan materi gambaran umum terkait kegiatan perikanan di Kabupaten Berau. Selanjutnya materi disampaikan oleh Pak Rahmat dari DKP Provinsi Kaltim mengenai gambaran umum perikanan Kalimantan Timur dan juga ter zonasi pada Kawasan Konservasi Perairan dan Pulau-Pulau Kecil (KKP3K) Kepulauan Derawan dan Perairan Sekitarnya (KDPS). Materi terkait jenis ikan dan spesies lainnya yang dilindungi penuh dan terbatas disampaikan oleh ibu Hetty dari BPSPL Pontianak.

Materi utama yaitu Pelatihan Penanganan dan Mitigasi Tangkapan Sampingan (Bycatch) Penyu dan Hiu disampaikan oleh Chaerul Ahadi, ETP Bycatch specialist Yayasan WWF Indonesia. Materi yang disampaikan yaitu bagaimana cara menangani apabila ada hiu dan penyu yang secara tidak sengaja tertangkap pada alat tangkap nelayan. Dimulai dari peralatan apa saja yang perlu disiapkan sampai bagaimana cara yang benar dalam memegang hiu dan penyu apabila tak sengaja tertangkap. Setelah penyampaian materi, nelayan juga ikut mempraktekkan langsung bagaimana cara melepaskankan mata pancing dan jaring dari hiu dan penyu. Selain penanganan bycatch yang tidak tertangkap, Chaerul juga menjelaskan teknologi terbaru mengenai mitigasi untuk mengurangi resiko tertangkapnya hiu dan penyu secara tidak sengaja.

Pemaparan materi tentang penanganan dan mitigasi tangkapan sampingan (Yayasan WWF Indonesia)

Kegiatan pelatihan ditutup dengan pemetaan partisipatif bersama nelayan mendiskusikan terkait area penangkapan, daerah dimana nelayan pernah tidak sengaja menangkap hiu dan penyu, daerah dimana nelayan menjumpai hiu, penyu dan spesies ETP lainnya.Selama kegiatan berlangsung, peserta antusias dalam mengikuti pelatihan, terlihat pada saat diskusi dan tanya jawab banyak nelayan yang bertanya terkait penanganan dan mitigasi bycatch maupun terkait kegiatan perikanan secara umum di daerah Berau. Nelayan dan pemerintah setempat juga menyampaikan banyak terima kasih terkait kegiatan pelatihan yang sudah dilaksanakan. Harapan selanjutnya juga tetap ada kegiatan-kegiatan yang lainnya yang dapat meningkatkan kapasitas dan pengetahuan nelayan.


Alfian Hidayat