Kampanye Sampah bersama PFON Semarang

Plastic Free Ocean Network (PFON) merupakan jejaring volunteer untuk mengumpulkan data sampah pesisir di Indonesia.

PFON bertujuan untuk mengumpulkan data dengan pendataan berkala (monitoring) yang dilakukan secara sukarela berbasis citizen science dan dapat digunakan untuk membangun data dasar skala nasional

Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang isu sampah plastic di Indonesia, PFON melibatkan masyarakat umum dan kelompok komunitas untuk berpartisipasi tidak hanya dalam kegiatan monitoring, tapi juga rangkaian kegiatan kampanye terhadap melawan sampah plastik. Program PFON sudah tersebar di berbagai wilayah Indonesia, diantaranya adalah Alor, Bali, Labuan Bajo, Wakatobi, Makassar, Kepulauan Kei, dan Kota Semarang.

PFON Semarang menjadi jejaring Plastic Free Ocean Network pertama di Pulau Jawa.

PFON Semarang dibangun atas kekhawatiran terhadap isu sampah di Ibu Kota Provinsi Jawa Tengah ini. Semarang merupakan kota perdagangan terbesar yang terletak di pesisir utara Jawa. Dengan kepadatan penduduk mencapai 4.289 jiwa / km2 dapat dikatakan bahwa Kota Semarang berpotensi memproduksi sampah dengan jumlah yang tinggi sehingga membutuhkan penanganan yang tepat.

Kondisi salah satu pesisir pantai di Kota Semarang, Pantai Cipta (Yayasan TAKA/Maylissa)

Berkolaborasi dengan Seangle Semarang, komunitas yang berfokus pada penanggulangan marine debris (sampah laut), TAKA sudah melakukan berbagai kegiatan dengan tujuan dapat menyuarakan urgensi isu sampah laut di Kota Semarang salah satunya ialah pendataan sampah

Tiga titik pantai di Semarang yaitu Pantai Cipta, Pantai Baruna, dan Pantai Marina dipilih untuk ditinjau secara langsung jumlah sampah yang ada.  Sampah yang ditemukan pun beragam mulai dari jenis plastik, logam, karet, hingga kasur yang terdampar di pesisir. Pendataan yang telah dilakukan (28/02/21) secara langsung, menggunakan metode CSIRO (Commonwealth Scientific and Industrial Research Organisation) terlihat bahwa Pantai Cipta menjadi Pantai dengan sampah terbanyak dibandingkan dengan Pantai Baruna dan Pantai Marina. Hal ini dapat dikarenakan karena faktor geologi dan faktor pengelolaan dari masing-masing pantai.

Kegiatan PFON Semarang pun tidak berhenti hingga pendataan sampah saja, namun kami akan melakukan kampanye hingga webinar.

Tertarik untuk bergabung? Mari jadi bagian dari aksi ini. Ikuti terus kegiatan PFON Semarang!

Maula Nadia