Blog

Kupang, 17 September 2026 – Pengelolaan terumbu karang yang berketahanan iklim membutuhkan lebih dari sekadar upaya perlindungan ekosistem. Kapasitas sumber daya manusia (SDM) yang terlibat di dalamnya juga menjadi bagian penting untuk memastikan pengelolaan kawasan agar dapat berjalan secara efektif, partisipatif, dan berkelanjutan. Berangkat dari kebutuhan tersebut, TAKA berkolaborasi dengan…

Read more

Semarang, 27 Agustus 2026 – Mewujudkan perikanan berkelanjutan tidak cukup hanya dengan menjaga ketersediaan ikan. Di dalamnya terdapat kebutuhan akan tata kelola yang baik, praktik penangkapan yang bertanggung jawab, perlindungan ekosistem, ketersediaan data, serta sistem keterlusuran yang mampu memastikan perjalanan produk perikanan dari laut hingga pasar. Semangat tersebut menjadi bagian…

Read more

Di antara berbagai jenis hiu yang menghuni lautan, terdapat kelompok hiu dengan kemampuan yang tidak biasa. Hiu ini mampu menggunakan siripnya untuk bergerak di dasar laut, bahkan dapat melintasi area terumbu yang dangkal ketika sebagian tubuhnya berada di luar air. Kemampuan tersebut membuatnya dikenal sebagai hiu berjalan atau walking shark.…

Read more

Ketika Pelatihan Tidak Berhenti di Ruang Belajar, Tetapi Berlanjut Menjadi Praktik Nyata di Laut Perubahan tidak selalu dimulai dari sesuatu yang besar. Terkadang dimulai dari satu pengetahuan baru yang kemudian diterapkan secara konsisten. Bagi nelayan, laut adalah ruang belajar yang tidak pernah selesai. Setiap perjalanan melaut menghadirkan kondisi dan cuaca…

Read more

VOLUNTEER 2026Periode Agustus-November 2026 Kreasea merupakan kompetisi tahunan yang diselenggarakan oleh Yayasan TAKA sebagai ruang kolaborasi dan partisipasi publik dalam mendorong inovasi, meningkatkan kesadaran, serta memperkuat komitmen bersama untuk menjaga keberlanjutan sumber daya kelautan Indonesia. Daftar Disini Kualifikasi dan Tanggung Jawab 1. Administration and Finance (Kuota 1orang)  Mahasiswa aktif atau…

Read more

#KreaseaTAKA2026 Kreasea merupakan kompetisi tahunan yang diselenggarakan oleh Yayasan TAKA sebagai ruang kolaborasi dan partisipasi publik dalam mendorong inovasi, meningkatkan kesadaran, serta memperkuat komitmen bersama untuk menjaga keberlanjutan sumber daya kelautan Indonesia. Daftar Sekarang Panduan Kreasea 2026 Sektor perikanan tangkap di Indonesia menghadapi tantangan besar akibat penggunaan alat tangkap yang…

Read more

Laut yang Menghidupi Pesisir Demak Wilayah pesisir Kabupaten Demak merupakan salah satu pusat kegiatan perikanan tangkap di pesisir utara Jawa yang memiliki ketergantungan tinggi terhadap komoditas udang. Bagi masyarakat pesisir seperti di Desa Wedung, Morodemak, Buko, Tempel, dan Betahwalang, udang tidak hanya menjadi sumber pangan, tetapi juga menjadi penopang utama…

Read more

Pesisir Desa Betahwalang, perbatasan Demak dan Jepara. Ramadan Ahmad, seorang nelayan yang telah melaut sejak tahun 2016, bersama perahu yang terus menemaninya. Hampir sepuluh tahun lamanya ia menggantungkan hidup pada laut di sekitar perairan Demak, Semarang, Kendal, hingga Jepara. Ia biasa berangkat dari desanya sendiri, tak jauh dari PPP Morodemak.…

Read more

Demak, 13 Februari 2026 — Upaya mendorong praktik perikanan yang lebih bertanggung jawab dan berkelanjutan terus diperkuat melalui pelaksanaan Pelatihan Mitigasi Tangkapan Sampingan (Bycatch) bagi Nelayan yang diselenggarakan di Hotel Amantis, Demak, pada 13 Februari 2026. Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 45 nelayan yang berasal dari wilayah pesisir Kabupaten Demak. Pelatihan…

Read more

Demak, 19 Januari 2026 — Yayasan TAKA melaksanakan kegiatan baseline perikanan pesisir di Kabupaten Demak sebagai langkah awal untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kondisi nelayan serta kontribusi kelompok wanita di wilayah pesisir. Kegiatan ini dilaksanakan di empat kecamatan, yaitu Sayung, Karangtengah, Bonang, dan Wedung. Kegiatan baseline ini bertujuan untuk mengumpulkan data…

Read more

10/136